Blog

Kenapa Indonesia membutuhkan Renewable Energy?

Pemanasan Global di abad 21 ini telah menjadi fenomena yang tidak berhenti dibahas. Faktor utama dari pemanasan global adalah adanya penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber energi di setiap lapisan masyarakat. Menurut laporan US EPA dalam LIPI (2014) menyatakan bahwa lebih dari 90% gas rumah kaca merupakan hasil dari pembakaran bahan bakar fosil. Pembakaran energi fosil yang dilakukan oleh manusia ini mengakibatkan meningkatnya jumlah karbondioksida dan gas-gas polutan yang dilepas ke atmosfer. Hal ini dapat dirasakan melalui udara yang kita hirup tiap harinya. Kita dapat merasakan perbedaan udara dari masa lalu hingga sekarang yang suhunya semakin hari semakin meningkat. Oleh sebab itu, udara bersih yang segar menjadi suatu hal yang jarang ditemui oleh manusia hari ini.

Selain pemanasan global, penggunaan energi fosil yang berlebihan pun memberikan dampak yang cukup nyata terhadap ketahanan energi dunia. Sumber energi utama dunia hinga saat ini masih bergantung pada energi fosil yaitu minyak bumi, gas dan batubara. Bahwasanya sumber energi utama tersebut dipastikan akan habis beberapa tahun mendatang. Seperti yang kita ketahui, sumber energi fosil ini bersifat terbatas. Apabila kita terus menerus melakukan eksploitasi terhadap sumber energi fosil tersebut, maka kelangkaan sumber energi fosil pun akan dirasakan oleh masyarakat dunia.

Percaya atau tidak, bagaimana pun juga kita harus mencari energi alternatif supaya tidak terus menerus bergantung pada energi fosil yang bersifat terbatas. Renewable energy datang sebagai sebuah jawaban akan terancamnya keterbatasan energi dunia. Energi ini disebut renewable/terbarukan karena sifatnya yang dapat terus menerus diproduksi dan tidak akan habis. Energi terbarukan juga dikenal sebagai energi yang ramah lingkungan, hal ini dapat dilihat dari gas yag dihasilkan dari produksi energi sangat aman bagi udara dan tidak menimbulkan polusi. Selain itu, nyatanya sumber energi ini dapat ditemukan di lingkungan sehari-hari kita. Dimulai dari limbah rumah tangga, peternakan, perkebunan hingga industri, semua dapat menghasilkan energi yang disebut dengan bioenergi.  Ada pun aneka sumber energi lain yang dihasilkan oleh elemen kehidupan seperti angin, hidrogen, panas bumi, sinar matahari, gelombang lautan, dan masih banyak lagi apabila kita terus mencarinya.

Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya pun tentu saja mendapatkan dampak yang sama dengan negara-negara lain di dunia. Pertumbuhan penduduk dan ekonomi Indonesia yang terus menerus berkembang mengakibatkan semakin banyaknya sumber energi yang dibutuhkan. Keadaan pun semakin kompleks di saat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap ketahanan energi nasional masih kurang. Hal tersebut disebabkan karena masyarakat Indonesia masih banyak yang beranggapan bahwa Indonesia memiliki kekayaan minyak yang sangat melimpah. Namun perlu diketahui pada kenyataannya hal tersebut sudah tidak berlaku lagi. Dua puluh tahun yang lalu Indonesia memang masih memiliki kekayaan melimpah, tetapi saat ini pun Indonesia harus mengimpor minyak sebanyak 50% untuk memenuhi kebutuhan minyak di Indonesia. Dengan kata lain, kesadaran masyarakat akan fenomena ini tentu harus diperhatikan. Karena memang penggunaan energi minyak oleh masyarakat Indonesia hari ini masih dapat dikatakan boros dan tidak memperhatikan ketahanan energi di masa mendatang.

Keadaan masyarakat Indonesia yang semakin konsumtif dalam penggunaan energy fosil ini memberikan ancaman kelangsungan hidup generasi yang akan mendatang. Perlu diketahui bahwa apabila eksploitasi terhadap minyak, gas, dan batubara terus dilakukan, maka diperkirakan pada tahun 2025 kita akan kehabisan sumber daya energi tersebut. Ketergantungan masyarakat terhadap energi fosil inilah yang mengakibatkan perlunya alternatif energi lain untuk dijadikan sumber energi yaitu energi baru terbarukan.